SEPUTAR KEGIATAN

Tampilkan postingan dengan label Pangdam I/BB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangdam I/BB. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2015

Kolonel Inf Gabriel Lema Danrindam I/BB yang Baru

Medan- Pangdam I/BB, Mayor Jenderal TNI Edy Rahmayadi pimpin Upacara Serah Terima Tugas, Wewenang dan Tanggungjawab Jabatan Danrindam I/BB dari Kolonel Inf Cahyo Suryo Putro S.IP., kepada Kolonel Inf Gabriel Lema dan Danbrigif 7/RR dari Kolonel Inf Purmanto kepada Letkol Inf Prasetyo di lapangan Upacara Mako Brigif 7/RR, Galang Kabupaten Deli serdang, Sumatera Utara, Kamis (26/3)

Pangdam I/BB mengatakan, alih jabatan sebagai bagian dari Tour Of Duty dan Tour Of Area, yang menjadi bagian dari dinamika kehidupan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok satuan. 

"Jabatan harus disyukuri dan dipertang-gungjawabkan kepada satuan dan kepada Tuhan Yang Maha Esa, laksanakan tugas dengan dedi-kasi dan loyalitas tinggi, tanamkan tekad untuk memberikan yang terbaik disertai kerja keras dalam meningkatkan berbagai keberhasilan yang sudah diraih sebelumnya," papar Pangdam I/BB.  

Pangdam I/BB mengatakan, Rindam I/BB bertugas pokok membentuk sikap mental peserta didik disertai peningkatan mutu pendidikan, dengan selalu  mengkaji dan mengembangkan  metode, sarana dan piranti lunak pendidikan untuk membangun sumber daya prajurit. Untuk itu prajurit Rindam I/BB harus tampil prima dalam aspek kepribadian, intelektual dan jasmani, sehingga menjadi sosok teladan bagi prajurit yang dibimbingnya. 

Lebih lanjut Pangdam I/BB mengatakan, Brigif 7/Rimba Raya bertugas pokok menetralisir dan melumpuhkan lawan serta merebut, menduduki, menguasai dan mempertahankan wilayah darat. Dengan demikian Danbrigif 7/Rimba Raya agar menyiapkan kekuatan Brigif dengan kemampuan intelijen, tempur dan binter guna pemantapan dan kesiapan operasional serta melaksanakan pengerahan dan pengendalian binter terbatas. 

Selanjutnya, Pangdam I/BB mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kolonel Inf Cahyo Suryo Putro dengan jabatatan baru sebagai Staf ahli pangdam VI /Mlw bidang Sosial Budaya dan Kolonel Inf Purmanto sebagai Dosen Madya Seskoad, yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, juga kepada Ibu Cahyo Suryo Putro dan Ibu Purmanto yang dengan penuh kesetiaan mendampingi suami dalam mengemban tugas.  

Pangdam I/BB mengucapkan selamat datang  kepada Kolonel Inf Gabriel Lema dan Letnan Kolonel Inf Prasetyo, segera beradaptasi dan kembangkan hasil yang telah dicapai  oleh pejabat lama dan lakukan  analisa serta pengkajian terhadap berbagai permasalahan, untuk dapat menjawab perkembangan dan tantangan. Ucapan yang sama juga, kepada Ibu Gabriel Lema dan Ibu Prasetyo, selamat bergabung di Persit Kartika Chandra Kirana PD I Bukit Barisan.

Hadir dalam acara tersebut Para Danrem Jajaran Kodam I/BB, Staf Khusus Pangdam I/BB, Para Sahli Pangdam I/BB, Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB, Para Dansat BS Kodam I/BB, Kapolres Deli Serdang, Wakil Bupati Deli Serdang, Wakil Bupati Serdang Bedagai, Ketua Persit KCK PD I/BB, Wakil Ketua Persit KCK PD I/BB beserta para pengurus Persit KCK PD I/BB. (rel)

8 Tim Ikuti Pangdam Cup Tahun 2015


Medan- Sebanyak delapan Tim Sepak Bola siap berlaga pada turnamen sepak bola Pangdam Cup Tahun 2015 di Stadion Teladan, Medan yang berlangsung 28 Maret-5 April 2015. Turnamen ini resmi dibuka oleh Pangdam I/BB, Mayjen TNI Edy Rahmayadi, Sabtu (28/3).

Delapan tim yang mengikuti turnamen ini, yaitu PSPS Pekanbaru,Persiraja Banda Aceh, Semen Padang  U-21 Padang, Produta FC Medan, PSAD Medan,PS Kwarta Medan, PS Bintang Jaya Asahan dan PSMS Medan.
 
Dalam sambutannya, Pangdam I/BB, Mayjen TNI Edy Rahmayadi, mengatakan, turnamen sepakbola Pangdam Cup 2015 yang dilaksanakan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan prestasi persepakbolaan Nasional pada umumnya dan khususnya persepakbolaan di wilayah Sumut. 

Selain itu juga sebagai sarana mencari bibit-bibit pesepakbola sekaligus mempererat rasa persaudaraan, kebersamaan, kekompakan dan solidaritas antar sesama pesepakbola, dan sebagai sarana untuk  menjalin silaturahmi antara Prajurit kodam I/BB dengan  masyarakat dalam lingkup wilayah  teritorial  Kodam I/BB serta memasyarakatkan olah raga sepakbola. 

"Dan merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi Kodam I/BB dapat memberikan kontribusi untuk turut serta mendukung prestasi sepak bola baik di tingkat Provinsi maupun event lain melalui pembinaan pemain, karena para pemain yang tergabung dalam turnamen ini merupakan pemain terbaik yang dipilih dari tiap-tiap club sepak bola," kata Pangdam I/BB.

Lebih lanjut Pangdam I/BB berharap kiranya dalam turnamen ini semua tim dapat bertanding dengan sportif, menjunjung tinggi semangat fair play, jujur, patuhi dan taati semua ketentuan dan peraturan pertandingan yang berlaku dan hargai setiap keputusan wasit. Selanjutnya dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa disertai komitmen dan tekad yang kuat untuk selalu meningkatkan prestasi persepakbolaan di Wilayah Sumatera Utara. Semoga  turnamen sepak bola Pangdam I/BB Cup Tahun 2015 berjalan dengan lancar dan sukses.  

Hadir dalam acara tersebut Kapoldasu, Kasdam I/BB, Kabinda Sumut, Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB, Kabindasu, Ketua KONI Sumut dan Ketua KONI Medan. (rel)

Rabu, 30 Mei 2012

YONIF 121/MK Gelar Pratugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG


Kasdam I/BB  Brigjen TNI I Gede Sumertha K.Y. PSC, M.Sc saat memeriksa pasukan pada upacara penutupan Pratugas Tahap II dan Tahap III Yonif 121/MK dalam rangka Operasi Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Papua Nuigini  TA 2012 bertempat di Lapangan Girsang Dua Parapat, Aek Natolu   Senin (28/5).


Kasdam I/BB  Brigjen TNI I Gede Sumertha K.Y. PSC, M.Sc Irup pada upacara penutupan Latihan Pratugas Tahap II dan Tahap III Yonif 121/MK dalam rangka Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Papuanugini (PNG) TA 2012, bertempat di Lapangan Girsang Dua Parapat, Aek Natolu, Senin (28/5).

Kasdam I/BB membacakan amanat Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus latihan Pratugas yang baru dilaksanakan merupakan tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan setiap satuan yang akan melaksanakan tugas operasi, tujuannya adalah untuk membekali satuan agar memiliki kemampuan taktik dan tehnik bertempur, taktik dan tehnik intelijen terbatas dan kemampuan Pembinaan teritorial serta mampu memberikan pelayanan dukungan administrasi sesuai tuntutan tugas yang akan dihadapi.

"Dengan berakhirnya latihan ini, diharapkan pengetahuan dan kemampuan tehnik dan taktik semakin bertambah, sehingga benar-benar siap untuk melaksanakan tugas Pengamanan perbatasan ke daerah Papua,"kata  Brigjen TNI I Gede Sumertha.

Sebagaimana kita ketahui, kondisi wilayah Papua, sampai dengan saat ini masih rentan terhadap gangguan keamanan. Sebagian kecil kelompok yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, masih sering menunjukkan eksistensinya berupa aksi kekerasan dan perlawanan bersenjata, sasaran mereka adalah aparat keamanan baik anggota TNI maupun Polri, mereka tidak segan-segan untuk menyerang dan membunuh anggota yang lengah.

Hal ini tidak saja terjadi di daerah basis perlawanan mereka atau di daerah  perbatasan, tetapi dapat  terjadi di daerah perkotaan yang cukup ramai penduduknya. Sudah cukup banyak korban akibat kelalaian dan menganggap remeh situasi, sehingga korban terus bertambah. Selain itu, kondisi tersebut sering dipolitisir  dan di manfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menekan pemerintah dalam mencapai tujuan mereka, sehingga membuat situasi semakin kurang kondusif.

"Oleh karena itu, sebagai prajurit harus mempunyai kewaspadaan yang tinggi, tumbuhkan naluri intelijen pada diri masing-masing, sehingga dapat membaca situasi, responsif dan tanggap terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. setiap kegiatan rencanakan dengan baik dan utamakan faktor keamanan sehingga tidak terjadi korban yang tidak kita inginkan," ujar Brigjen TNI I Gede Sumertha .

Lebih lanjut Kasdam I/BB menyampaikan, tugas didaerah Papua nantinya akan cukup berat, di tuntut  untuk mampu mengamankan diri masing-masing, dan menyelesaikan tugas pokok satuan, sebagai Satgas Pamtas RI - Papua Nugini. Oleh karena itu dengan selesainya latihan pratugas ini, saya berharap kalian siap untuk melaksanakan tugas, gunakan waktu yang ada untuk belajar dan berlatih sebagai upaya untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan, baik tehnik maupun taktik bertempur sehingga dapat melaksanakan dan menyelesaikan setiap tugas yang di berikan. 

Selain itu Brigjen TNI I Gede Sumertha menganjurkan kesiapan mental dan fisik dengan baik agar mampu menghadapi setiap perubahan situasi dan  kondisi  dilapangan serta tantangan medan di daerah operasi. Saya tidak menginginkan kalian gagal dalam tugas, dan menjadi korban sia-sia akibat kelalaian serta  kecerobohan yang kalian buat sendiri.

"Laksanakan setiap tugas yang diberikan oleh Komando Atas dengan berhasil, hindari pelanggaran sekecil apapun yang dapat membuat citra buruk satuan dan TNI AD. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI dalam aplikasi di daerah penugasan," paparnya.

Pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan dari pelaksanaan latihan Pratugas, jadikan sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas di daerah operasi. Evaluasi dan koreksi dari penyelenggara latihan, merupakan masukan yang berharga untuk perbaikan kedepan, sehingga harus benar-benar ingat agar tidak terulang kesalahan yang sama dimasa mendatang, terlebih di daerah penugasan.

"Laksanakan pengecekan baik personel maupun materiil, Segera buat evaluasi dan laporan hasil latihan, sebagai pertanggungjawaban dan masukan kepada pimpinan tentang kegiatan latihan yang telah dilaksanakan," pintanya.

Hadir pada acara tersebut Kakesdam I/BB Kolonel Ckm dr. Dubel Meriyenes, Sp.B, Kabekangdam I/BB Kolonel Cba Helly Guntoro, Wairdam I/BB Letkol Inf Togar PR. L. Pangaribuan S.IP. S.H., Waaspers Kasdam I/BB Letkol Arh I Gede Widyana, S.H., Waaster Kasdam I/BB Letkol Inf Azhar Mulyadi, serta Wadan Rindam I/BB Letkol Inf Asrul.

Rabu, 26 Oktober 2011

Dibutuhkan Langkah Proaktif Pencegahan Radikalisme



Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus menyampaikan, untuk mengalahkan ancaman terorisme, dibutuhkan pendalaman disamping langkah-langkah keamanan dan intelijen, langkah proaktif untuk mencegah kerawanan individu-individu dari radikalisasi dan rehabilitasi yang mana mereka telah menjadi korban pengaruh mereka.

Deradikalisasi pada kenyataannya mungkin kesulitan khusus untuk para teroris karena mereka dimotivasi oleh ideologi yang mengakar sebagian besar belahan dunia namun demikian, deradikalisasi mungkin penting dalam menyadarkan obyek individual agar tidak berkembang menjadi “Crasuder - crazy”.

"Kita harus memahami mengapa seseorang dari status baik berubah menjadi radikal. Itu disebabkan Faktor ideologi, Faktor balas dendam, Faktor kondisi sosial. Para kelompok teroris berusaha merekrut para pemuda pengangguran, Pada umumnya mereka direkrut mulai dari pemberian bantuan secara cuma-cuma kemudian menjadi terikat, selanjutnya dibayar dan disiapkan menjadi “calon pengantin”," kata Pangdam I/BB dalam sambutan pada acara seminar yang membahas tentang strategi deradikalisasi pada bidang sosial budaya sebagai bahan masukan bagi pihak BNPT (badan nasional penanggulangan terorisme) maupun pihak terkait yang membidangi penanggulangan terorisme, di Hotel Soechi International, jalan Cirebon Medan, Rabu (26/5).

Hadir pada acara tersebut Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Deputi I BNPT Agus Surya Bakti, Asrendam I/BB Kolonel Inf Zukhriadi, Asintel Kasdam I/BB Kolonel Arh Andi Sumangerukka, SE, Asops Kasdam I/BB Kolonel Kav Drs. Yotanabey A.M.,M, Def., S.T., Kapendam I/BB Kolonel Kav Halilintar S.H., Psikolog UI Prof. Dr. Sarlito Wirawan, Sosiolog Fisip USU Prof. Drs, Junjungan Simanjuntak, Msi, Dosen Fisip USU Faisal Andri MahrawaSIP.,Msi, Ketua Mui Sumut Prof. Dr. H. Abdullahsyah, MA, Sosiolog UGM/Wahid Institute Alissa Wahid, yang mewakili Depag Sumut Dr. H. Romsil Harahap, Ketua Umum KAMMI Sumut Juanda Sukma, Ketua pelaksana seminar Abdul Rahman Kadir, dan peserta seminar dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, para Mahasiswa serta tamu undangan lainnya.

UU Nomor 15 Tahun 2003 menurut Pangdam I/BB ternyata belum juga efektif untuk memberantas terorisme. Sebab itu undang-undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI diberi tugas dalam OMSP (operasi Militer Selain Perang) untuk membantu penanggulangan terorisme. Namun, masih terdapat kelemahan yaitu pada Pasal 7 Ayat 3 dikatakan bahwa pelaksanaan harus berdasarkan keputusan politik. "Lahirnya Perpres Nomor 46 Tahun 2010 tentang pembentukan BNPT maka penanggulangan terorisme akan semakin terpadu, terkoordinir dan menyeluruh," ujarnya.

Lebih lanjut Pangdam I/BB mengemukakan beberapa alternatif tentang upaya mencegah seseorang agar tidak berubah menjadi radikal. Dengan mengajak Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan paham radikalisme maupun ideologi yang tidak sesuai dengan norma agama maupun kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Disamping itu sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, Pangdam I/BB menginstruksikan kepada satuan kewilayahan yang tergelar di seluruh wilayah Sumbagut untuk menggalang masyarakat dengan metode pembinaan teritorial maupun komsos, dengan adanya babinsa yang tergelar sampai ke daerah-daerah terpencil, akan sangat efektif untuk mengetahui apapun yang terjadi di tengah-tengah masyarakat apalagi didukung oleh seluruh komponen masyarakat.

Disamping aparat teritorial, seluruh satuan intelijen juga memonitor, mengawasi secara rahasia tentang keberadaan orang asing disuatu wilayah atau daerah. Dimana bila di suatu daerah terdapat orang asing maupun sekelompok orang yang bukan penduduk setempat, aparat intelijen akan mengkoordinasikan dengan instansi terkait.

"Persoalannya sekarang apakah BNPT memiliki hubungan organisasi dengan babinsa atau satuan kewilayahan. Sejauh ini belum ada aturan pelibatan satuan kewilayahan secara langsung kepada BNPT. Sekali lagi kita yakin dan percaya bahwa instrumen yang paling kuat melawan terorisme adalah masyarakat itu sendiri dibantu oleh aparat pemerintah daerah dengan pendekatan soft power," ujarnya.

Kamis, 06 Oktober 2011

Agus Suhartono : TNI Membela Kepentingan Negara


Panglima TNI Agus Suhartono, SE dalam amatnya dibacakan Pangdam I/BB Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus menyampaikan Pengabdian terbaik TNI, sejak awal perang kemerdekaan hingga saat ini, yang rela mengorbankan jiwa dan raga dan ditandai dengan gugurnya puluhan ribu prajurit sebagai pahlawan kusuma bangsa.

"Pada hakekatnya adalah merupakan bukti atas komitmen kesetiaan dan pengabdian tulus prajurit TNI pada bangsa dan negaranya untuk itu dihari yang bersejarah ini, perlu menundukkan kepala seraya menyampaikan penghormatan dan penghargaan yang tinggi atas jasa dan pengorbanan mereka semua, TNI lahir dari pengakuan rakyat ditengah kancah perjuangan menegakkan kedaulatan bangsa dan negara," Pangdam I/BB yang menjadi irup pada upacara peringatan hari ulang tahun TNI ke 66 tahun 2011 di Dermaga pangkalan utama TNI-AL I Belawan jalan serma hanafiah no 1 Belawan, Rabu (5/10).

Karena itu TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional, sebagai tentara rakyat TNI hanya berpihak kepada kepentingan seluruh rakyat dan negara, sebagai tentara pejuang, TNI tidak akan pernah berhenti dalam berjuang mewujudkan cita-cita bangsa, sedangkan sebagai tentara nasional, TNI akan membela kepentingan negara diatas kepentingan daerah, suku, Ras dan golongan agama, perkembangan jaman telah pula menuntut prajurit TNI menjadi tentara profesional, sebagai tentara profesional ini, segenap prajurit TNI berupaya untuk terus menerus meningkatkan kinerja dan kemampuan profesionalismenya dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.

Lebih lanjut Pangdam I/BB mengatakan dengan keterpaduan dan profesionalisme, TNI bersama komponen bangsa siap menjaga dan menegakkan kedaulatan serta keutuhan NKRI dengan tema tersebut merefleksikan niat, tekad, dan semangat seluruh keluarga besar TNI untuk berbuat dan berkarya yang lebih baik, lebih berkualitas dan lebih berkapasitas, disamping itu tema tersebut dapat dimaknai sebagai komitmen dan upaya TNI untuk mengingatkan bahwa seluruh komponen bangsa dan setiap warga negara memiliki tanggung jawab dalam pembelaan negara, keterpaduan TNI, khususnya kerjasama antar matra.

"Peningkatan profesionalisme serta kemanunggalan bersama rakyat adalah kunci strategis dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan negara untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan NKRI dan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia," pungkasnya.

Usai pelaksanaan upacara dilaksanakan demontrasi prajurit dengan menunjukkan ketangkasan bela diri Yoong Modhoo dari TNI-AD, ketangkasan Kolone Senapan dan ketangkasan melaksanakan Steling cepat Meriam 105 dari TNI-AL serta diakhiri dengan Devile pasukan upacara gabungan, hadir pada acara tersebut, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho SE, Kasdam I/BB Brigjen TNI I Gede Sumertha K. Y. PSC, Pangkosek Hanudnas III Medan, Marsekal Pertama Bonar H Hutagaol, Ketua DPRDSU Drs Saleh Bangun, Wadan Lantamal I Belawan Kolonel (Mar) Suprayogi, wakil walikota Medan Drs Zulmi Eldin serta unsur muspida Plus lainnya.

Senin, 05 September 2011

Penyerahan Sembako Kepada 1500 Warga


I/BB Mayjen TNI Leo Siegers S.IP (baju hitam tengah) bersama Kapoldasu Irjen Pol H Wisjnu amat Sastro SH, Walikota Medan Rahudman Harahap, menyerahkan bingkisan sembako beras Cinta Kasih oleh Yayasan Budha Tzu Chi kepada 1.050 warga dari Kecamatan Medan Timur, masing-masing warga mendapat 20 Kg beras di Lapangan Gajah Mada jalan Krakatau Medan, Minggu (28/8)Pangdam

Senin, 18 Juli 2011

Pangdam I/BB : Pemuda Menjadi Kekuatan Utama Dalam Proses Modernisasi


Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers SIP diwakili Sahli Pangdam I/BB bidang Sishanneg Kolonel Czi Baja Bungaran menyampaikan ceramah tentang pertahanan Negara dalam rangka Bela Negara dihadapan 75 orang siswa SMU Negeri dan Swasta serta didampingi guru-guru di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis(14/7).

Pangdam I/BB dalam ceramahnya yang dibacakan Sahli Pangdam I/BB bidang Sishanneg, bahwa Sishanneg adalah bersifat semesta yang membutuhkan kualitas kesadaran masyarakat negara untuk bela negara dalam pengembangan dan dinamika profesinya. Sedangkan pembinaan kesadaran bela negara adalah bagian dari upaya membangun sistem pertahanan negara dan juga merupakan upaya strategis dalam rangka menumbuhkan sikap dan prilaku setiap warga negara dalam menunaikan hak dan kewajibannya dalam upaya bela negara, tegas Kolonel Czi Baja Bungaran.

Sebagai bagian dari komponen bangsa setiap generasi muda harus mampu berkomunikasi intensif baik antar sesama generasi maupun antara lintas generasi sehingga dapat terbangun sikap saling asah, asih dan asuh dalam berbagai peran dan saling memberikan peningkatan agar tetap memegang teguh komitmen kebangsaan yang bersendikan nilai-nilai budaya, demikian tandas Kolonel Czi Baja Bungaran.

Lebih lanjut Strategi yang dilakukan untuk mewujudkan Pemuda Indonesia yang berwawasan kebangsaan cerdas, trampil, kreatif, memiliki daya saing dan berakhlak mulia dengan memberdayakan generasi muda, harus terencana menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap dan berlanjut untuk memacu tumbuh kembangnya wawasan generasi muda dalam mewujudkan kehidupan yang sejajar dengan generasi muda bangsa-bangsa lain.

Kemudian pemberdayaan generasi muda merupakan program pembangunan yang bersifat lintas bidang dan lintas sektoral harus di kordinasikan sedini mungkin, selanjutnya dapat menempatkan posisi generasi muda lebih sebagai subjek di banding sebagai objek pada tingkat tertentu untuk membangun jati diri secara bertanggung jawab demikian tuturnya dihadapan 75 orang siswa negeri-swasta kota Medan.

Acara diakhiri dengan tanya jawab dari Siswa SMA Negeri 17 Medan dan Siswa SMA Harapan Bangsa Medan, tentang partisipasi rakyat dalam bela negara serta mengantisipasi terorisme yang terjadi di Indonesia selama ini.